Bermain Dengan Bahagia

gilank

Medio awal 2007, saat itu gw masih CPNS dengan 80% gaji dari negara. Gw pergi kesebuah toko olahraga dengan poster “SALE UP TO 75%!!” di pintu masuknya. Harapannya waktu itu gw bisa membawa pulang sepasang sepatu bola yang se-model dengan Del Piero, pemain idola gw sepanjang masa. Apa daya model tersebut walau pun sudah didiskon masih terlalu mahal untuk ukuran CPNS seperti gw. Sesuai prinsip ekonomi, gw pun beralih mencari barang subtitusi dengan budjet yang sesuai, merk tidak lagi menjadi prioritas utama.

“Walaupun gw ga bisa punya model yang sama paling ga gw punya sepatu dengan warna mendekati dengan idola gw”

pikir gw saat itu. Gw pun akhirnya keluar toko olahraga tadi dengan hati bahagia & ga sabar untuk segera memerawaninya, bersua kembali dengan rumput hijau yang sudah 2 tahun gw tinggalkan.

6 tahun berselang, sepatu yang awalnya sangat gw banggakan mungkin akan malu pada dirinya sendiri karena selama itu masa pengabdiannya cuma 2 kali turun dilaga resmi dan 4 kali latihan selebihnya hanya jadi penghias tetap di rak sepatu gw. Mungkin gw dan sepatu gw punya pikiran yang sama, kami tidak akan pernah lagi bertemu dengan sang rumput hijau, kami hampir menyerah. Selama periode itu entah berapa kali gw berusaha menginisiasi teman-teman terdekat untuk kembali terjun ke lapangan hijau, tapi jauh panggang dari api. Untuk rutin futsal 5 lawan 5 aja kadang gw kesulitan untuk memenuhi kuotanya, apalagi 22 pemain untuk sepakbola lapangan besar. Mungkin bukan cuma gw yang pernah ngalamin main futsal 3 on 3 atau berapa pun itu dengan jumlah pemain kurang dari 10 dikarenakan sakaw bermain tapi tetap nekad menyewa lapangan futsal atau menjadi korban PHP teman sendiri yang menyatakan bersedia bermain tapi menghilang di hari-H. Serasa menjadi calon mempelai yang ditinggal kabur pasangan dihari pernikahan, jadi gak jadi kawin tetap saja catering, gedung dan penghulu harus dibayar. Tapi seberapa pun besar keinginan gw bermain bola, gw belom sampai di tahap depresi yang nekad nyewa lapangan dengan bermodal pemain yang bahkan ga genap 22 orang. Ga kebayang main bola lapangan besar 5 lawan 5 kan?? Ya mending futsal klo begitu, masa-masa tadi gw sebut dengan Dark Age… Dark Age ini terus berlanjut sampai akhirnya gw bertemu dan diajak bergabung ke dalam Team HA! (ini akan gw ceritakan ditulisan gw selanjutnya, kalau ga males nulisnya… XD)

Akhirnya tibalah hari itu, 4 Mei 2013. Hari yang ditunggu-tunggu setelah penantian yang panjang pun tiba. Gw bersama teman-teman Bedebah FC (saat itu masih Team HA!) turun kelapangan hijau untuk pertama kalinya setelah beberapa waktu sebelumnya kami berbagi keringat, canda, tawa dan tentu saja berbagi tagihan sewa (di)lapangan futsal…

“Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.”

Antusiasme yang tinggi sangat terasa diantara para punggawa Team HA! Untuk beberapa diantara kami ini adalah pertama kalinya bermain sepak bola yang sebenarnya, yang selama ini hanya bisa dinikmati di layar kaca hari itu kami melakoninya secara langsung. Dan untuk sebagian lagi hari itu bak terlahir kembali, semacam membuka kotak kayu usang dan menemukan foto mantan di dalamnya tetapi tidak menyebabkan duka karena tau esok bakal menikahinya. Sungguh luar biasa!!

Kembali ke sepatu bola gw yang sudah berumur 6 tahun tadi, gw pun yakin klo dia benda hidup dia akan menunjukan antusiasme yang sama. Ga susah buat gw menemukan sepatu gw tadi, karena selama 6 tahun ini selalu terparkir di tempat yang sama. Malah lebih susah nyari barang-barang pemberian mantan yang baru seminggu resmi dengan status barunya. Tapi di hari itu setelah penantian yang cukup lama gw cuma bisa bermain gak lebih dari 50 menit. Selain faktor stamina dan berbagi minute play dengan teman-teman yang lain, yang utamanya adalah sepatu yang 6 tahun lalu gw beli ternyata tidak lagi sekokoh dulu, lapuk dimakan zaman. Di menit terakhir gw bermain sepatu gw tadi udah berubah jadi lebih mirip sepatu balet dari pada sepatu bola, flat dibagian tapaknya, ditambah masing-masing jahitan yang menganga baik yang kiri maupun yang kanan. Hari itu tidak berakhir bahagia buat sepatu gw itu. Sekali berarti, sudah itu mati. Hari yang dinantikannya pun menjadi akhir dari perjalanan panjangnya sebagai sepasang sepatu bola. Kariernya ditutup dengan rekor caps 3 kali, setidaknya hal ini masih lebih baik dari catatan seorang Tiago Manuel Dias Correia alias Bebe di MU yang cuma mencatatkan 2 caps. Seperti halnya Bebe yang hanya dengan 2 caps telah berhasil memasukkan MU kedalam CVnya. Sepatu gw pun tetap saja mempunyai catatan tersendiri dalam sejarah gw dan Bedebah FC walaupun sekarang gw mendapat pengganti yang lebih “bergaya” seiring daya beli gw yang lebih baik dari 6 tahun lalu.

Hari ini Team HA! sudah berubah menjadi Bedebah FC, bukan hanya sekedar perubahan nama tapi bagai kepompong yan merubah ulat menjadi kupu-kupu, kami menjadi team yang lebih baik dari sebelumnya. Baik dari segi konsistensi dan antusiasme bermain, sentuhan manajerial dan ikatan persaudaraan masing-masing punggawanya. Kami tidak hanya berbagi bola dan waktu bermain di lapangan, tetapi juga berbagi canda, tawa, cerita dan kadang kegalauan di sepanjang harinya… Tim ini terus berkembang setiap harinya, mungkin sekarang gw lebih menyebutnya Keluarga ini terus berkembang setiap harinya. Dan tentu kami semua berharap ini untuk waktu yang sangat, sangat dan sangat lama…

Gw pun bagai sepatu tadi, yang tadinya usang, berdebu dan gak lelah menunggu sekarang menjadi sepatu yang lebih ‘bergaya’, berkilau setiap minggunya karena selalu bersiap untuk pertandingan selanjutnya. Lebih dari itu, gw mendapatkan keluarga dari sepak bola. Keluarga yang selalu Bermain Dengan Bahagia. GW BAHAGIA!! KAMI BAHAGIA!!

Gilank Desnantia #11

Beberapa cuplikan aksi Gilank saat membela Bedebah FC :
Gilank-01

Gilank-01

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s